How Our Creative Team Learn to Manage Their Financials

LIFESTYLE  -   Sarah Chairunnisa Selly , NAH Project 

“Perasaan kemarin baru gajian deh, kok sekarang tinggal segini lagi sih uangnya?”
“Ya ampun, baru juga dapet uang, udah mau abis lagi!”
“Duit gue abis kemana aja ya? Datang dan pergi begitu saja kayak si dia.”

Well, pasti beberapa di antara kita sering banget ngomong kayak gitu ketika baru gajian atau dapat penghasilan. Kadang ngerasa uang yang datang tuh kayak cuma numpang lewat aja gitu, ya kan? Padahal belum sempat ditabung atau beli barang kebutuhan.

Uang jajan abis gajian.

Hal itu juga dirasakan sama tim NAH Project, pas pertengahan bulan beberapa dari kita pasti panik dan was-was takut nggak tercukupi kebutuhan sampai datang gajian berikutnya. Padahal seharusnya di masa pandemi sekarang ini, kita lebih pintar dalam membuat financial planning agar bisa menyiapkan dana darurat untuk berjaga-jaga. Karena kita nggak ada yang pernah tahu kan kedepannya bakal gimana?

Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan untuk saving money ini. Tim NAH sendiri juga punya cara masing-masing biar nggak terjebak dalam dunia “boros” dan keuangan terjaga lebih aman. Dari mulai mengurangi budget jajan, belajar nggak gampang tergoda beli barang, investasi, bahkan sampai ada yang merasa “being single” itu menjadikan dia lebih hemat (whoops!). Diantara semua hal itu, kita pengen berbagi sama kalian nih tentang cara kita dalam mengatur keuangan biar gak boros.

Budgeting!

This is our first step, begitu awal gajian langsung dipisah dan dibuat budget khusus untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan & investasi, emergency, shopping, dll. Hampir semua orang melakukan hal tersebut. Ada yang bikin rekening khusus tabungan dengan sistem autodebit (ini yang dilakuin Salsa karena dia ngaku susah banget buat nabung), investasi ke beberapa saham (terutama Ifa & Sante), atau nabung di aplikasi khusus untuk mengatur finansial. Intinya, setelah uang gajian atau pendapatan ini masuk, langsung dialokasikan ke list masing-masing supaya nanti nggak jadi boros menghabiskan semua uang yang ada.

Buat Catatan Pemasukan & Pengeluaran

Nyatet cashflow bulanan supaya lebih teratur.

 

Supaya lebih enak buat ngatur keuangan dan bisa tahu kemana saja uang yang kita habiskan, akan lebih mudah jika semua pemasukan & pengeluaran yang ada dicatat nih. So, salah satu dari tim NAH Project, Sacu, melakukan Kakeibo atau seni mengatur keuangan ala Jepang. Karena dengan mencatat seperti itu kita jadi tahu paling sering spending money untuk apa saja. Kalau udah tahu, kita bisa lebih mindful spending alias bisa lebih hemat & hati-hati dalam menghabiskan uang.

Bawa bekal? Why not?

Nah ini juga salah satu hal yang dilakukan oleh tim NAH Project (terutama Valdi) untuk bisa lebih hemat. Kadang kita jadi lebih boros kalau keseringan beli makan diluar, so, membawa bekal bisa dibilang ampuh memangkas pengeluaran kita sehari-hari. Terus buat yang nge-kos atau nggak sempet nyiapin makan gimana? Gampang kok, siapin budget khusus untuk pengeluaran makan/jajan perhari.

Kalau di kantor kita tiap orang di budget maksimal Rp40.000/hari, jadinya pengeluaran bakal tetap terpantau, ngga over budget! (Walau kadang suka gak sengaja kelebihan karena Sante sering ngajakin jajan). Selain itu, bawa bekal ini juga bisa jadi salah satu cara untuk menjaga lingkungan loh!

Say Goodbye to Credit Card & Paylater!

Beli sekarang, bayarnya bisa nanti. Siapa coba yang nggak tergoda sama metode seperti itu? Karena bisa dibilang mudah, akhirnya banyak yang secara nggak sadar mengandalkan fitur credit card & Paylater ini untuk bisa membeli apapun, bahkan pas kita lagi memegang uang sama sekali (terutama Sante nih masternya). Eh tapi….tagihan tiba-tiba numpuk di akhir bulan! Makin pusing kan?

Buat menghindari pengeluaran yang membengkak itu, akhirnya beberapa dari kita memutuskan untuk berhenti menggunakan fitur “ngutang” ini untuk konsumsi sehari-hari. Bahkan yang paling extreme, Ifa sang Managing Director, menggunting kartu kredit yang dia punya supaya bisa stop for being impulsive. Hasilnya? Terbukti membantu kita untuk lebih berhemat!

Kartu kreditnya Ifa yang akhirnya digunting karena ngga bisa nge-rem kebiasaan konsumtifnya.

The Bottomline

Sebenarnya banyak banget cara yang bisa kita lakukan untuk mengelola keuangan supaya lebih hemat & punya dana khusus masa depan. Tim NAH Project sendiri sedang belajar untuk bisa lebih selektif lagi dalam mengelola keuangan ini (biar cepet kaya sih intinya…). Tapi, tanpa dibarengi dengan komitmen dan disiplin yang kuat semua hal tersebut bakal sia-sia. 

Nah, kalau kalian gimana? Ada tips atau cara tersendiri dalam mengatur keuangan biar gak boros? Yang penting, jangan sampai uang yang datang habis begitu saja tanpa arti ya guys!



11 comments

qdjXNMwa

FntMRihka October 20, 2020

XezvbTcoqAmrJhLQ

spqfaLHRUg October 20, 2020

gZKDaBVmSsveNwt

PNuftUle October 19, 2020

vXoarNEpbh

rAtDKFoeYjznf October 19, 2020

eUNfMLJYVB

HXeDPbBsMZzLh October 11, 2020

SUdRjknPpi

uBrFcVMiUtAg October 11, 2020

zuRUOvLVICNWxoi

AxXIGOQdhjM October 11, 2020

PVqSOHME

IGbpsUYzowuEyJv October 11, 2020

nmgRsEPVtlTyFDx

WkzbmHqleAfKSRxC October 02, 2020

PivzlHmJWZecrUwK

ZsnvxlJeLXDKh October 02, 2020

gan aku jualan di sumatra,apakah kita bisa jadi reseler buat nah projek,kita ada 9 cabang retail kita tertarik sama barang nah projek,berapa disc buat kktabingin jadi reseler nah projek..?

maulana ahmad September 28, 2020

Leave a comment