Our Creative Team Go 5 Days Without Swearing, IT WAS HARD!

LIFE AT NAH  -   Ifa Hanifah , NAH Project

Siapa yang sehari-harinya kalo ngomong sering banget mengumpat pakai kata-kata kasar dengan atau tanpa sadar? Ya, kita semua. Sedikit banyak, bermaksud atau engga, ada aja tuh kata-kata yang sebenernya bisa aja gak kita sebut tapi selalu aja muncul di percakapan sehari-

Tim Kreatif NAH Projectpun gak luput dari paparan kata-kata kasar ini. Sering banget, nih, di tengah-tengah diskusi serius malah keceplosan saking semangatnya berargumen. Sampai di titik kita bahkan gak sadar kalau kita berkali-kali mengumpat.

Ini Tim Kreatifnya. Left to right: Sacu, Salsa, Valdi, Sante, Ifa.

Well, some of us are louder in cussing, some of us are more in a moderate frequency. Tapi, ya, tetep aja kalau jadi kebiasaan, kan, kurang baik juga.


Challenging Ourself

So, that’s why, Tim Kreatif NAH Project akhirnya membuat perjanjian di kantor untuk tidak mengumpat selama seminggu. Kalau kelepasan? Ya, denda! Jadi harus ada rem yang konkrit, nih. Perjanjian kita bentuknya seperti di bawah ini.

DAY ONE
Well, to be honest, it was quite easy. Ya, mungkin karena kita berlima masih aware dan masih semangat menjalankan perjanjian ini. Lucunya, kita sama-sama saling siap siaga mendengarkan siapapun yang kira-kira bakal keceplosan.

Tapi, tetep, yang namanya udah jadi kebiasaan, ada aja yang keceplosan. Pendapatan kita di hari pertama mencapai Rp14.000,00. Sante jadi pemecah rekor di hari pertama dengan 4 kali mengumpat.

DAY TWO AND THREE

These two days were the hardest. Tim NAH sudah mulai irritated dan sulit menahan diri untuk ngomong kasar. But who says it’s gonna get easier anyway.

Di hari kedua dan ketiga kita banyak menghabiskan waktu di luar. Tim NAH punya sesi olahraga mingguan, biasanya basket dan badminton. Dan menahan diri dari kata kasar pada saat kita bergerak aktif dan berolahraga itu jauhhhhh lebih susah daripada saat kita duduk bekerja di dalam ruangan. Mungkin adrenalin rush kali, ya?

Anyhow, sekian banyak kata kasar yang berseliweran di tengah basketball game, gak ada yang mau ngaku! Kalau Valdi, sih, dalihnya, “ini kan di luar kantor” dan “gak ada yang denger, kan!” padahal ya, kita sebenarnya denger walau sayup-sayup.

Setelah dipaksa mengaku, akhirnya pada ngaku. Penghasilan celengan di hari kedua dan ketiga kita mencapai angka Rp100.000,00.

DAY FOUR AND FIVE

This was when things got interesting. Kita mulai inventing kata-kata baru untuk dijadikan pengganti. Paling epic sih, Salsa yang muncul dengan “saus tartar”-nya, jadi aja “ih saus tartar nyebelin banget”.  “Baldy” dan  “taraktakdungdung” menjadi substitusi "Valdi botak", “emirates” untuk "Sacu Arab", and so on.

Tapi ini menarik, sih. By day four and five, kita semua mulai merasa lebih terbiasa dan jarang keceplosan lagi. Ya, paling gak, gue sih bisa menahan untuk hanya mengumpat dalam hati saja, karena sejujurnya cukup bikin frustasi juga gak bisa seekspresif itu (I know you know what I mean).

Tapi ada satu hal yang gue sadari, dari semua umpatan yang kita keluarkan, gak ada satupun yang menyinggung satu sama lain, justru kita malah saling ketawa dan hepi-hepi aja. Dan mayoritas umpatan dikeluarkan sebagai bentuk respon dan reaksi emosi seseorang terhadap sesuatu. We all are just being expressive, right?

Ternyata menurut BBC, mengumpat juga punya benefit tersendiri, loh. Mengumpat diasosiasikan dengan roman solidaritas dan digunakan untuk menciptakan mood kedekatan antar satu sama lain sampai pada level, “kita tuh sedeket ini makanya kita nyaman untuk berekspresi sejauh itu”.

After The Challenge

Pendapatan selama 5 hari.

Tapi, tentunya, gak ada salahnya berusaha untuk pelan-pelan mengurangi dan tone-down kebiasaan mengumpat kita. It’s a fun challenge for us, honestly. Kita secara sadar lebih menjaga ucapan sama siapapun dan memperhatikan situasi dan kondisi juga.

 

So, how about you? Wanna try the challenge to get better each day and everyday with us?

136 comments

TycVJXLmxKpgq

OJzhumoa September 16, 2020

ZLlWJwNy

ubLQPfzaKtd September 16, 2020

Sukses terus nah project

Ade alvin September 11, 2020

Challenge yang aku lakuin sama diri aku sendiri adalah menetapkan to do list workout dan running 12 minutes selama 60 hari. Hal ini berawal dari temen-temen aku yang selalu judging dan bodyshamming karena massa tubuh aku yang overweight. Bahkan beberapa diantara mereka menganggap aku terlalu lemah untuk mendaftar di sekolah kedinasan semimiliter. Setiap hari aku menetapkan target skipping-workout dan running 12 minutes secara berselang. Setiap hari pula target pencapaian selalu ditingkatkan. Hal yang paling menantang adalah saat dimana aku harus berjuang sendirian dan tidak dipandang. Karna aku tau mereka yang saat ini menjudging aku, adalah mereka yang datang hanya pada saat mereka butuh dalam akademik. Sedangkan untuk fisik, bahkan dalam perhitungan mereka saja aku tidak termasuk. Aku yakin aku bisa membuktikan pada teman-teman bahwa aku bukan orang yang lemah, dan aku adalah sesuatu yang lebih dari sekedar ekspektasi mereka.

Fusti Nadya September 11, 2020

hal yang merubah diri gua dan persepsi orang – orang disekitar gua tentang gua sendiri.

sedikit meng share pengalaman pribadi , dimulai pada masa SMK tahun 2014 pada saat itu gua orangnya jarang mau bergaul dan hanya punya 1 temen dan itu pun tetangga dekat rumah , terlebih pada tahun itu lingkungan sekolah pun membuat gua tambah gk percaya diri gk mau bergaul , karna gua dia anggap orang yang / siswa yang gk bisa apa2 cupu payah dan sebagainya, di pelajaran nilai gua juga gk bagus2 banget , dan yang lain jadi melihat figur gua tuh kayak “Apaan si lo, bisa apa lo , gk bisa apa2 juga kan”hal itu jadi menanamkan satu point dalam pikiran gua pada saat itu , “mungkin kalo gua punya something yang berbeda dan itu dibutuhkan orang lain, mungkin gua akan lebih dihargai” disitu gua cuman bisa senyum perasaan gua pada saat itu kayak dapetin 1 titik terang untuk nyelesain masalah ini , setelah itu gua mulai banyak belajar hal2 baru semacam ngedit video ,photo dan gua mulai nunjukin bakat gua dalam menggambar dan itu gk semua orang bisa buat , gua mulai menonjol di berbagai mata pelajaran terutama pada pelajaran komputer , 1 demi 1 temen2 gua yang awalnya gk suka atau jauhin gua mulai mendekat dan mulai butuh diri gua , mereka mulai banyak bertanya “eh ini gimna si , oh gitu yah , makasih yah” ya semacam hal2 seperti itu yang gua dapetin hampir setiap hari pada saat itu.

dari situ gua mulai ngembangin bakat gua , gua mencoba menggambar wajah temen2 gua di smk dari temen sekelas sampai temen2 kelas lain , 1 demi 1 gua mulai banyak dikenal banyak orang disekolah banyak dari mereka yang kesulitan dalam komputer atau pun pengen digambar wajahnya mulai berdatangan dan gua mulai banyak banget dapet temen. tapi disitu gua masih belum puas gua ngerasa gua harus kasih sesuatu yang sekiranya nanti bermanfaat untuk sekolah ,

pada tahun 2015 gua mulai berfikir untuk membuat 1 organisasi ekstrakulikuler disekolah bernama ANAK KERTAS , disitu gua pengen banget ngebantu temen2 yang lain yang punya bakat tapi gk tau harus disalurkan kmn , tapi jalannya gk segampang membalikan telapak tangan banyak banget rintangan yang harus ANAK KERTAS lewatin , yang harus gua lewatin buat ngembangin organisasi , salah satunya adalah organisasi gua banyak diremehkan olah guru2 pada saat itu , mungkin mereka belum banyak tau soal anak kertas , gua bukannya marah karna diremehkan , ini malah jadi satu challenge buat gua dan organisasi , dan satu waktu pada saat ada acara disekolah gua dan temen2 ANAK KERTAS membuat bazar dan pameran seni besar2an disekolah dan itu tanpa ijin guru maupun kepala sekolah, kita waktu itu nekat dan yak udah siap terima resiko intinya, dan kita gk sangka bahwa akan banyak sekali orang2 siswa siswi dan para guru yang antusias melihat apa yang sudah ANAK KERTAS buat , pameran kita banyak sekali difoto , banyak yang kagum , dan saat itu pun gua dipanggil kepala sekolah , “waduh , kayak nya ini waktunya” gua udah nerima lah intinya kalo bakal kena omel dll , tapi pada saat itu kepala sekolah cuman bilang satu hal " Teruskan jangan pernah berhenti , membuat yang seperti itu, ibu bangga sama kmu dan teman yang membuat itu , organisasi kamu akan ibu masukan kedalam ekstrakulikuler sekolah" itu kayak beban dikepala gua tuh melebur hilang perasaan gua jadi enteng banget , perasaan seneng banget , dan gua disitu langsung manggil temen anak kertas untuk diskusi , “alhamdulillah organisasi kita sudah diakui sekolah sekarang, sekarang giliran kita yang lebih semangat untuk jaga kepercayaan itu” lambat laun organisasi ANAK KERTAS mulai banyak terisi anggota dan sampai sekarang gua udah lulus pun organisasi itu masih berdiri dan masih menjalankan amanat2 yang gua kasih untuk selalu cari anak2 yang ingin tau ingin belajar bareng bareng anak kertas.

gua sampe sekarang masih berfikir kalau dulu gk brani ngerubah diri gua sendiri mungkin gua gk pernah dapetin apa yang waktu itu gua dapetin , dan gua belajar banyak untuk merubah diri gua pribadi jadi jauh lebih baik sampai sekarang.

hai tim NAH PROJECT
thanks buat kesempatannya untuk bisa sharing2 sedikit pengalaman gua mudah2an cerita ini sedikitnya akan bisa memotivasi teman2 yang melihat ini untuk jangan pernah takut merubah diri dan melawan kekurangan diri sendiri agar jadi lebih baik.

muhammad rafli aziz September 11, 2020

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Hallo gw shiva, jadi gw mau cerita tentang ngechallenge diri sendiri. Oke gw mulai dari setahun yang lalu, jadi tahun lalu tepatnya tanggal 17 Agustus 2019 adalah tanggal yang cukup bersejarah bagi hidup gw, karena ditanggal itu gw putus dari pacar gw. Jujur itu bikin gw drop banget waktu itu, tapi gw gamau terus terusan terpuruk sama situasi itu. Gw cari cara gimana caranya biar gw gak terus terusan kepikiran dan terpuruk kedalam keadaan kaya gini. Jadi gw mulai mulai cari kesibukan kaya nonton anime or baca webtoon, dan lama kelamaan gw malah jadi keterusan baca webtoon dan akhirnya karena lama baca webtoon dan paham gimana ceritanya akhirnya gw bosen sama ceritanya. Akhirnya muncul dipikiran gw kenapa gak gw jadiin webtoon aja kisah hidup gw, mungkin banyak yang bakal baca dan ngerti ceritanya karena banyak orang juga yang ngerasa sama kaya gw. Mulai dari itu gw coba challenge diri gw sendiri buat mulai serius bikin webtoon. Dari situ gw terobsesi sama dunia webtoon, jadi mulai saat itu gw mulai beli tool yang dibutuhin dan mulai serius ngejalaninnya. Selama setahun itu gw bener bener termotivasi sama challenge yang gw bikin buat diri sendiri. Setahun itu gw bener bener push semua kemampuan gambar gw, gw asah kemampuan gw, nyari referensi sana sini, ikut workshop komik, dan akhirnya setahun udah berlalu dan gw ngerasa diri gw yang sekarang lebih baik dari diri gw yang dulu. Sekarang gw bisa gambar, bisa ngomik berkat challenge yang gw buat sendiri, berkat challenge itu juga gw ngerasa lebih baik dan udah sama sekali ngga kepikiran sama masa lalu gw. Yang gw fokus sekarang adalah webtoon webtoon dan webtoon, udah ngga ada yang lain. Yah, bisa dibilang challenge yang gw bikin buat diri gw sendiri berhasil walaupun butuh waktu yang lama dan proses yang panjang dan biaya yang ngga sedikit, tapi dari itu semua gw puass banget bisa menuhin tantangan yang gw buat sendiri. Dan setelah dipikir pikir hidup gw sekarang lebih enjoy dan ngga banyak pikiran, yang gw fokusin sekarang adalah buat rilis webtoon versi gw sendiri secepat mungkin dan berbagi kisah hidup gw ke pembaca. Sekian pengalaman gw dan challenge ke diri gw sendiri.
Terimakasih sudah membaca pengalaman gw. Akhir kata

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Maaf team NAH PROJECTS tadi salah nulis salam

Shiva Satrio Nugroho September 11, 2020

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Hallo gw shiva, jadi gw mau cerita tentang ngechallenge diri sendiri. Oke gw mulai dari setahun yang lalu, jadi tahun lalu tepatnya tanggal 17 Agustus 2019 adalah tanggal yang cukup bersejarah bagi hidup gw, karena ditanggal itu gw putus dari pacar gw. Jujur itu bikin gw drop banget waktu itu, tapi gw gamau terus terusan terpuruk sama situasi itu. Gw cari cara gimana caranya biar gw gak terus terusan kepikiran dan terpuruk kedalam keadaan kaya gini. Jadi gw mulai mulai cari kesibukan kaya nonton anime or baca webtoon, dan lama kelamaan gw malah jadi keterusan baca webtoon dan akhirnya karena lama baca webtoon dan paham gimana ceritanya akhirnya gw bosen sama ceritanya. Akhirnya muncul dipikiran gw kenapa gak gw jadiin webtoon aja kisah hidup gw, mungkin banyak yang bakal baca dan ngerti ceritanya karena banyak orang juga yang ngerasa sama kaya gw. Mulai dari itu gw coba challenge diri gw sendiri buat mulai serius bikin webtoon. Dari situ gw terobsesi sama dunia webtoon, jadi mulai saat itu gw mulai beli tool yang dibutuhin dan mulai serius ngejalaninnya. Selama setahun itu gw bener bener termotivasi sama challenge yang gw bikin buat diri sendiri. Setahun itu gw bener bener push semua kemampuan gambar gw, gw asah kemampuan gw, nyari referensi sana sini, ikut workshop komik, dan akhirnya setahun udah berlalu dan gw ngerasa diri gw yang sekarang lebih baik dari diri gw yang dulu. Sekarang gw bisa gambar, bisa ngomik berkat challenge yang gw buat sendiri, berkat challenge itu juga gw ngerasa lebih baik dan udah sama sekali ngga kepikiran sama masa lalu gw. Yang gw fokus sekarang adalah webtoon webtoon dan webtoon, udah ngga ada yang lain. Yah, bisa dibilang challenge yang gw bikin buat diri gw sendiri berhasil walaupun butuh waktu yang lama dan proses yang panjang dan biaya yang ngga sedikit, tapi dari itu semua gw puass banget bisa menuhin tantangan yang gw buat sendiri. Dan setelah dipikir pikir hidup gw sekarang lebih enjoy dan ngga banyak pikiran, yang gw fokusin sekarang adalah buat rilis webtoon versi gw sendiri secepat mungkin dan berbagi kisah hidup gw ke pembaca. Sekian pengalaman gw dan challenge ke diri gw sendiri.
Terimakasih sudah membaca pengalaman gw. Akhir kata
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh

Shiva Satrio Nugroho September 11, 2020

pernah nih challenge diri sendiri pas latihan, setim lari keliling lapangan 30 menit abis itu lanjut latihan buat fisik (sit up, push up, dll). it was hard dan tentu capek, tapi itu challenge buat diri sendiri dan buat tim untuk lebih baik. gue ngrasa kuat nglakuin itu karena ngga cuman gue yang ngrasa capek, tapi juga rekan setim, dan itu menjadi penyemangat tersendiri

Urdhanaka September 11, 2020

Oke langsung aja.
Jadi gua semenjak SMK kelas 12 udh mulai berpikir untuk mengurangi beban orang tua dengan cara ga seenaknya minta ini itu biar dibeliin. Nah pas kelas 12 itu kebetulan gua jarang jajan dan terus bisa nabung buat beli barang yg diinginkan, barang pertama yg gua beli dengan uang gua sendiri itu yaitu sepatu ya walaupun harganya ga seberapa tapi gua seneng banget pas pulang sekolah tiba tiba bawa sepatu dari hasil uang sendiri. Terus pas kuliah juga mulai nabung lagi buat beli hp karena hp gua udh banyak minesnya karena termakan waktu, ya walaupun masih 50% ditambahin uang ortu tapi so far itu adalah kemajuan dan mungkin suatu saat nanti bisa beli barang yang diinginkan pake uang sendiri.

HAFIDZ TAFRIDZI September 11, 2020

Assalamualaikum
Jadi saya itu sebelumnya orang yg males untuk banyak hal, dan orang yg susah bergaul suka minder ke diri sendiri jadi saya mulai merasa hidup seperti biasa-biasa saja,merasa seperti setiap hari hampa lalu saya mencoba membuat challenge untuk diri saya sendiri mengubah rasa males dan menjadi orang yg mudah bergaul,di mulai dari sikap saya yg tidak mudah bergaul dan saya mengubah nya dengan setelah masuk SMA saya mulai terbuka dengan lingkungan saya dan berkenalan dengan orang banyak lalu saya coba hal positif dengan masuk ke organisasi MPK agar bisa bergaul ke banyak orang, dan tidak anti sosial lalu Alhamdulillah sekarang saya sudah tidak ada lagi rasa minder untuk diri sendiri dan mulai terbuka dengan lingkungan saya, dan bergaul dengan orang-orang yg ada di lingkungan saya,lalu saya melakukan challenge ke dua untuk membuang sikap malas yg ada di diri saya, saya mulai dari malas nya saya untuk olahraga, cara agar mudah melakukan challenge ini saya mulai olahraga jogging, dan alllhamdulilah itu berhasil dan buat saya menghargai waktu dan tidak malas-malasan, ada hikmah yg bisa sama Ambil dari saya menchallenge diri saya sendiri yaitu perbuatan yg kita anggap berat, jika kita tekuni dengan ikhlas maka itu adalah perbuatan yg sebenarnya tidak begitu berat, dan dari apa yg sudah kita tekuni Insyallah bakalan memberikan dampak terbaik buat diri kita sendiri selagi itu hal positif dan hal yg tidak merugikan orang lain

Terima tim NAH project yg telah membuat
giveaway seperti ini, sehingga kita bisa membagikan cerita yg kita alami dengan menchallenge diri sendiri, yg mungkin bisa memotivasi orang lain yg sedang ingin mengubah diri nya sendiri ke arah yg lebih baik

Semoga NAH project kedepannya bisa lebih sukses dan tetap harumkan nama bangsa Indonesia

Barep Angga September 11, 2020

Jadi gini gua sering banget dibilang orang yang gak simetris orang yang badan nya kecil but my leg and my hand sangat gak normal btw gua begini udah dari lahir dan gua merasa gak enak gitu mendengar ucapan orang orang terus mulai tanggal 3 September 2020 bertepatan dengan tanggal lahir gua, gua membuat challenge untuk diri sendiri untuk terus berolahraga agar badan gua gak simetris lagi. That all about me. Thanks

Kurnia Ramadhan September 11, 2020

Pernah ga sih kalian merasa senang atau bermanfaat ketika berhasil membantu orang lain?

Berawal dari tahun lalu saya selalu berpikir bagaimana caranya agar menjadi orang yg bermanfaat bagi orang lain. Nah mungkin dari sinilah Allah SWT tunjukkan saya jalan melalui suatu komunitas yang membagikan makanan tiap hari Jumat mereka selalu turun kejalanan membagikan ke orang-orang yg membutuhkan bahkan mereka menyelipkan dakwah sampai nukarin rokok yg sedang diisap dengan makanan (karena rokok tidak baik untuk kesehatan).

Setelah sering melihat postingan ini saya awalnya menchallenge diri saya untuk menyumbang uang tiap Minggu. Awalnya saya selalu menyumbang sekitar seharga dua porsi makanan di tiap Minggu. setelah bekerja dan tiap kenaikan gaji, Alhamdulillah saya tingkatkan jumlah sedekahnya. Saya percaya ketika kamu naik gaji atau penghasilan mu bertambah jangan naikan gaya hidupmu tapi naikkan jumlah uang yang harus disedekahkan.

Oiya sekarang juga saya punya challenge baru intinya sama sih seperti ini tapi ini untuk tabungan kurban tiap bulan saya sisihkan juga buat kurban di 2021 insaa Allah. Bukan bermaksud riya’ yah semoga teman-teman yang membaca bisa menjadikan inspirasi untuk berbuat baik ke orang lain. Doakan saya semoga bisa selalu menjalankan ini rutin sampai akhir hayat

Rasanya sangat senang sekali melihat senyum orang2 yang menerima bantuan kita.

Zulfadhli September 11, 2020

Pernah ga sih kalian merasa senang atau bermanfaat ketika berhasil membantu orang lain?

Berawal dari tahun lalu saya selalu berpikir bagaimana caranya agar menjadi orang yg bermanfaat bagi orang lain. Nah mungkin dari sinilah Allah SWT tunjukkan saya jalan melalui suatu komunitas yang membagikan makanan tiap hari Jumat mereka selalu turun kejalanan membagikan ke orang-orang yg membutuhkan bahkan mereka menyelipkan dakwah sampai nukarin rokok yg sedang diisap dengan makanan (karena rokok tidak baik untuk kesehatan).

Setelah sering melihat postingan ini saya awalnya menchallenge diri saya untuk menyumbang uang tiap Minggu. Awalnya saya selalu menyumbang sekitar seharga dua porsi makanan di tiap Minggu. setelah bekerja dan tiap kenaikan gaji, Alhamdulillah saya tingkatkan jumlah sedekahnya. Saya percaya ketika kamu naik gaji atau penghasilan mu bertambah jangan naikan gaya hidupmu tapi naikkan jumlah uang yang harus disedekahkan.

Oiya sekarang juga saya punya challenge baru intinya sama sih seperti ini tapi ini untuk tabungan kurban tiap bulan saya sisihkan juga buat kurban di 2021 insaa Allah. Bukan bermaksud riya’ yah semoga teman-teman yang membaca bisa menjadikan inspirasi untuk berbuat baik ke orang lain. Doakan saya semoga bisa selalu menjalankan ini rutin sampai akhir hayat

Rasanya sangat senang sekali melihat senyum orang2 yang menerima bantuan kita.

Zulfadhli September 11, 2020

Gua setiap weekend selalu berusaha menchallenge diri gua sendiri abis subuh gk boleh tidur lagi. But , nyatanya daya tarik selimut begitu menarik and sampe sekarang gua selalu gagal, abis subuh pasti tidur lagi kwkw

Paisal Bustami September 11, 2020

Mau berbagi pengalaman menantang diri sendiri. Tantangan pertama adalah tidak membuka instagram dalam waktu 2 bulan dan berhasil, awalnya susah krn ketika buka hp bingung mau buka apps apa, trus lama-lama terbiasa gada instagram dan yess tantangan tercapai selama 2 bulan efeknya ga boros kuota dan ga gatel liat produk2 yang dijual di Instagram termasuk nah project :( skrg udh on ig kembali. Tantangan kedua adalah, lari. Ya, aku orangnya males banget untuk olahraga dan aku bertekad untuk nantang diri aku sendiri untuk lari awalnya sehari cuma bisa lari 2 puteran lapangan bola, setiap hari konsisten akhirnya bisa tembus 5 putaran dihari-hari berikutnya, efeknya sekarang jadi ketagihan buat lari terus setiap soree hihi

Ibnu arya September 11, 2020

Pada awal tahun 2019 ngerasain berat badan dan pola hidup yang bener bener ga sehat makan tidur ngemil nganggur, dari situ terus2an sampe bobot bisa dibilang 100kg++++, sampe akhirnya stress sendiri badan pada sakit, susah gerak, gampang capek, tapi semenjak itu gue sadar dengan badan gue ini, sempet mikir apakah orsng orang dengan pola hidup kaya gue waktu itu bakal memiliki umur yang panjang, walahpun gw tau perihal umur udh ada yg ngatur, semenjak itu gue sadar dan gue mencoba ngasih “Challange” ke diri gue sendiri bahwa gu e menentukan tsrget 2 bulan kedepan gue harus turun berat badan dimbangi dengan pola hidup yang sehat, maka dari itu hal yang paling gue tekankan dalam Challange pada diri sendiri yaitu “KONSISTEN” karna dengan lo konsisten lo bakal bisa dapetin apa yg lo bakal gapai, ke 2 KOMITMENT, dengan adanya komitmen. Gue yakin semua challange yg dijalanin bakal berjalan sesuai dengan planning yg udh ditentuin, dan semua itu akan berhasil ketika ke2 itu dilakuin bersamaan, dan gue bersyukur bgt bisa melewati masa masa itu :’)

Muhammad Rafi Anfasa September 11, 2020

NAH PROJECTS ers….
Wow wow wow….
Menarik banget sih challenge beginian, bisa ngerubah suatu kebiasaan yang ngga baik jadi baik dan seperti hal nya sebuah pepatah " terpaksa, dipaksa, biasa, terbiasa dan jadi luar biasa" emang susah juga sih tapi pada akhirnya kalo diseriusin jadi wow banget hasilnya. Seperti halnya, dulu aku tuh pernah berkomitmen sama diri sendiri sejak SMP sampe kapan pun untuk tidak pernah mencoba sama sekali untuk rokok dan mabuk mabukan dan akhir untuk SMP sampe sekarang berhasil dong 👏👏👏👏 dan aku akan lanjutin komitmen ini sampe akhir hayat, dan semoga juga akan ada seseorang yang menemani untuk mengingatkan ku akan komitmen itu. Ok itu aja, makasih banget buat NAH PROJECTS yang udah bikin challenge ini dan giveaway untuk yang mau nanggepin tentang challenge ini, masalah menang atau ngga mah belakangan aja, menang ya syukur kalah juga masih bersyukur, karena udah dikasih tempat bercerita.
Thanks NAH PROJECTS 👏👏👏👏👏

Muhammad Firmansyah September 11, 2020

Jadi gua orang nya males bngt, dan boros, tapi di titik tertentu gua merasa jengah dngn keadaan gue yg gitu, kek gada kemajuan, boring dll. Akhirnya gua coba challenge dengan buat jadwal tiap hari untuk keep moving foward, biar hidup gue lebih rajin dan mandiri, mencoba untuk mengurangi keborosan dengan gak jajan lebih dari 10rb per hari. Sampai sekarang masih dalam proses, semoga gua bisa keluar dari zona malas dan boros, doain guys, makasih …

Dhika Fadill September 11, 2020

Pernah beberapa kali buat challenge diri sendiri. Tp menurut pengalaman pribadi challenge yang tingkat keberhasilannya diatas 80% adalah dimulai dari mengubah lingkungan. Mau berhenti merokok hindari lingkungan perokok. Mau giat olahraga dekatin temen² yg hobi olahraga. Mau bisa nabung hindari lingkungan hedon. Sama seperti kata² kasar. Dulu pernah challenge berhenti ngomong kotor, tp susah. Apalagi kalau udah main game 😂. Tp sekarang udah berkurang banyak. karena kerja dilingkungan sekolah. Awalnya jaim sih, didepan siswa. Tp lama lama biasa. Daaan pointnya adalah lingkungan 👍👍👍

Ali Ashadi September 11, 2020

Hallo saya ada sedikit cerita nih…
Jadi dari dulu itu orang tua saya itu selalu mengajarkan jika ingin membeli barang sesuatu saya harus nabung terlebih dahulu, dari awal pertama kali saya beli hp saya nabung dengan uang jajan waktu sekolah dulu, awalnya sih merasa berfikiran “kenapa sih harus disuruh nabung dulu, kan tinggal ngasih uang, lalu beli”. Nah namun semua itu terjawab ketika kedua orang tua saya sudah tiada, sehingga hal tersebut menjadi kebiasaan saya ketika saya inhin membeli suatu barang (termasuk sepatu NAH hehehe). Hikmah yang bisa saya ambil dari hal tersebut mungkin orang tua saya dulu ingin saya menjadi anak yang mandiri dan tidak berkegantungan dengan mereka dengan cara apapun barang yang saya mau setidaknya saya bisa berusaha dulu sendiri:)

Deny Tri Kurniawan September 11, 2020

Hii!!
Aku belum pernah buat challenge sih, soal ngomong kasar kayaknya mulai ada pandemi sedikit berkurang dan sama sekali nggak ngomong kasar deh, soalnya udah jarang ketemu sama sahabat dan pemicu ku untuk ngomong kasar itu gara gara kumpul sama sahabat sih, dan aku ada tantangan sama sahabat aku, kita sama sama janji berusaha untuk masuk kuliah se universitas karena sekarang kita pisah SMA dan rasanya ga enak banget (aku sahabatan dari SMP dan pas SMP berantem terus) dan kita sama sama sadar sekaligus ngerasain kalau “perpisahan menyadarkan betapa berharganya sesorang setelah pergi” hargai aja sahabat kalian sekarang meskipun seburuk apapun dia

Avrilia Putri Pratama September 11, 2020

Jadi gua pernah challenge diri sendiri untuk gak ngeroko, dan setiap uang yang biasanya gua beliin rokok gua masukin toples dan sebulan pertama dapet 150rb an dan pengaruh dari berenti ngerokok itu bener bener gila, tapi keputusan gua yang udah bener bener bulat berenti ngeroko untuk sebuah cita-cita gua. Dan suatu hari temen gua keilangan uang yang harusnya dia bayarin untuk acara “goes to campus” dan dia sempet cerita sama gua, akhirnya dengan niat membantu gua pinjemin uang toples tersebut untuk nambahin uang dia gitu, dan hati gua merasa adem bisa bantu dia. Sekian terima kasih

Aji nugroho saputra September 11, 2020

Challenge yang pernah ku lakukan dan menurutku sangat bermakna, sekitar 2 minggu lalu aku dan tim teater ngumpulin sampah plastik sebanyak-banyaknya. Ada yg mungutin di pinggir jalan, ada yg mintain ke tetangga, ada yg mintain ke penjual streetfood. Kita sadar, bahwa bumi semakin sekarat. Pilihannya, apakah kita mau menjadi manusia yg mempercepat laju kehancuran bumi ataukah kita menjadi manusia yg peduli akan kelestarian bumi. Aku dan tim teater belum maksimal dalam menjaga bumi, namun setidaknya kami sudah sadar dengan cara mengumpulkan sampah plastik itu. Sampah yg terkumpul kami manfaatkan sebagai properti pemanggungan tentunya.

Noor Iksan Maulana September 11, 2020

Assalamualaikum, selamat sore
Sebenarnya saya selalu dan harus menchallenge setiap saya mau mendapatkan sesuatu, seperti ketika saya mau mempunyai hp ketika kelas 12 SMA, saya kumpul² dari uang yang sehari untuk bekal 10 ribu, saya sisihkan uang untuk beli hp itu, dan saya kadang dapet uang dari suruh sama org juga, dan sekarang saya sedang menchallenge diri saya buat turun bb di masa pandemi yang kena phk dan alhasil di rumah terus saya bb naik sampe 80 kg dan saya berusaha buat terus makan sayur, dan mengurangi makanan yang ga baik buat Perut juga, karena saya kena infeksi perut akhirnya efek makan pedas nya seblak wkwkw, semoga saya dapat turun bb buat sekarang se enggaknya turun 10 kg, semangat buat kalian yang sedang berjuang

Ridwan Mulyana September 11, 2020

Saya belum pernah mengikuti challenge itu tapi saya pernah ngomong kasar ke teman saya dan teman saya langsung baper dan ga main lagi sama saya :( . Dan saya meminta maaf kepada teman saya dan akhirnya teman saya ngomong kasar lagi ke saya dan saya ga baper akhirnya kita bermain selamanya.

Iqbaal Taufiiqul Hakim September 11, 2020

Leave a comment